Wajib Tahu! Ini Tips Bersih-bersih Rumah Usai Terendam Banjir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebagian wilayah di Jakarta, Tanggerang dan Bekasi, Bogor dilanda banjir akibat hujan yang terjadi sejak Rabu 31 Desember 2019 sore, kemarin.

Nah, puluhan rumah terdampak banjir karena terendam air. Ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk membersihkan rumah dari lumpur-lumpur dan kotoran yang masuk ke dalam rumah dan menempel pada barang-barang Anda di rumah. Mengutip Antara, berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan:

Pertama, mulailah membersihkan rumah dengan memilah benda yang terkena banjir. Furnitur yang terbuat dari kayu dan furnitur berlapis kain, serta bahan berpori lainnya dapat menjebak jamur dan mungkin perlu dibuang. Benda-benda dari kaca, plastik dan logam yang tidak akan berkarat bisa dibersihkan dengan disinfektan dan dipakai kembali.

Untuk karpet, tidak cukup hanya dikeringkan karena tidak menghilangkan spora jamur yang mungkin menempel. Karpet bekas kena banjir yang kena jamur harus ditangani oleh profesional atau kalau sudah parah terpaksa harus dibuang.

Kedua, semua permukaan lembap yang terkena banjir harus dibersihkan dan diberi disinfektan serta dikeringkan sesegera mungkin. Bukalah jendela untuk memberi ventilasi udara, jangan lupa pakai sarung tangan dan pelindung mata saat bersih-bersih

Untuk membersihkan rumah bekas banjir, gunakan disinfektan yang bisa dibuat menggunakan campuran satu sampai setengah cangkir pemutih pakaian dengan satu galon air.

Proses membersihkan rumah bisa memakan waktu berhari-hari, gunakan bantuan kipas angin, AC untuk mempercepat proses pengeringan dan memberikan sirkulasi udara bersih di rumah. Cek semua bau, ada kemungkinan jamur tumbuh di dinding atau di balik celah-celah sempit.

Buang semua material yang tak bisa dibersihkan misalnya papan dan fiberglass. Jika ada, gunakan vacuum cleaner untuk semua lantai, langit-langit dan dinding untuk menghilangkan kelembapan.

Untuk foto-foto, buku dan dokumen penting, bersihkan semua lumpur dan simpan di dalam kantong plastik di dalam lemari es bebas-beku untuk melindungi dari jamur dan kerusakan lebih lanjut sampai Anda punya waktu untuk mencairkan dan membersihkannya atau membawanya ke profesional.

Untuk wadah makan yang terbuat dari kaca, porselen dan plastik, rendam setidaknya 10 menit dalam cairan disinfektan sebelum digunakan. Untuk perak dan logam, cukup direbus dalam air mendidih selama 10 menit, jangan diberi cairan disinfektan karena akan bereaksi terhadap logam.

Cek jika ada kerusakan septic tank. Selain itu, demi keamanan, selalu pantau informasi terkait adanya banjir susulan. Matikan listrik dan air dan gas. Jangan menggunakan air yang sekiranya terkontaminasi untuk aktivitas sehari-hari atau konsumsi.

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini