Waduh! Susi Pudjiastuti Sindir Keras Puan Maharani, Soal Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya tengah dihebohkan oleh cuitan dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Belum lama ini, Susi mengomentari postingan yang memberitakan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Lewat cuitannya di Twitter, Susi menuliskan komentar pedas terkait Puan yang menanam padi di tengah musim hujan. Menurutnya, hal itu tak lazim dilakukan.

“Di tengah hujan, Puan tanam padi dan semangati petani,” tulis akun media tersebut.

“Biasanya petani menanam padi tidak hujan-hujanan,” balas Susi.

Alhasil, cuitan Susi itu mengundang reaksi para netizen. Banyak yang setuju dengan pernyataan Susi.

Pasalnya, mereka menganggap menanam padi di tengah hujan bisa membahayakan karena tinggi risiko tersambar petir.

“Padahal di lahan persawahan rentan tersambar petir.”

“Bu Susi betul, tanam padi hujan-hujanan itu bahaya.”

Lebih lanjut, cuitan Susi itu pun kini viral di sosial media. Banyak yang membenarkan saran Susi karena menanam padi saat hujan bisa mengancam nyawa para petani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini