Waduh, Ribuan Senjata Api Curian Militer AS Digunakan untuk Kejahatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Associated Press merilis laporan mengejutkan. Di mana laporan tersebut mengungkap setidaknya 2,000 senjata api militer Amerika Serikat (AS) dicuri sepanjang tahun 2010 dan dicurigai digunakan dalam tindak kejahatan.

Di bawah proposal Kongres, Departemen Pertahanan AS akan meminta anggota parlemen dan penegak hukum sipil untuk lebih terdidik tentang bagaimana senjata dicuri dari gudang senjata militer, gudang dan pengiriman.

Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan kepada para senator bahwa ia akan mencari perbaikan sistematis, terlepas dari apa yang dilakukan Kongres, untuk menyelesaikan masalah dengan cara militer. Sementara   juru bicara Marinir dan Angkatan Darat AS mengatakan cabang mereka akan membuat perubahan untuk pelacakan yang lebih baik.

Anggota parlemen Senat dan DPR menanggapi masalah ini dengan menulis akuntabilitas yang lebih ketat ke dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional dan, dalam beberapa pekan mendatang, akan membandingkan undang-undang setiap otoritas. Setelah mencapi kesimpulan, maka akan dibawa ke meja Presiden Joe Biden.

Kongres telah meminta briefing dimajukan pada 19 November, ketika juru bicara Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Marinir akan menanggapi langsung ke komite.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketika senjata terus menghilang, Departemen Pertahanan AS berhenti memberi tahu Kongres tentang sebagian besar pencurian. Berdasarkan penyelidikan, senjata yang dicuri termasuk granat, pistol, senapan serbu, dan senjata lain yang digunakan dalam kejahatan di seluruh dunia.

“Kami prihatin bahwa Kementerian Pertahanan tampaknya belum mengembangkan strategi yang koheren untuk meningkatkan kemampuannya dalam mempertanggungjawabkan senjata dan peralatan militer,” tulis para pemimpin Demokrat di Komite Pengawasan dan Reformasi DPR kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan para pemimpin cabang layanan.

Surat itu juga berfokus pada teknologi yang digunakan beberapa unit Angkatan Udara dan Angkatan Darat untuk melacak senjata. Akan tetapi, hal itu dapat membuat musuh berteknologi rendah sekalipun mendeteksi pasukan AS.

Saat disematkan di senjata militer, tag identifikasi frekuensi radio tipis—RFID, demikian istilah teknologinya, dapat merampingkan jumlah dan distribusi senjata. Tetapi pengujian lapangan untuk AP menunjukkan bahwa, di luar gudang senjata, sinyal elektronik yang dipancarkan tag dapat menjadi suar pelacakan yang tidak diinginkan dari jarak yang lebih jauh daripada yang tampaknya disadari oleh beberapa angkatan bersenjata.

Kantor Menteri Pertahanan menyebut potensi pelacakan musuh sebagai masalah keamanan yang signifikan, dan saat ditanyai, Angkatan Laut mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka akan meninggalkan teknologi senjata.

Namun, tag RFID digunakan dalam banyak aspek logistik militer dan anggota parlemen di komite meminta Pentagon untuk merinci seberapa luas teknologi tersebut digunakan dan untuk menjelaskan risiko keamanan yang ditimbulkan oleh penggunaan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini