Waduh, Jenderal Iran Tuding Operator Rudal Salah Bertindak Akibat Buruknya Sistem Komunikasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah mengakui penembakan roket terhadap Boeing 737 milik Ukraine International Airlines, namun Komandan Udara Garda Revolusioner Iran, Brigjen Amirali Hajizadeh menuding operator peluru kendali (rudal) telah salah mengambil keputusan akibat komunikasi yang buruk.

“Operator rudal telah bertindak sendiri menembak Boeing 737 setelah salah mengira sebagai rudal yang sedang terbang,” kata Hajizadeh seperti dikutip AFP, Sabtu 11 Januari 2020.

Operator tersebut gagal menerjemahkan perintah atasannya karena gangguan pada sistem komunikasi mereka.

Hajizadeh menyatakan sang operator hanya memiliki waktu 10 detik untuk mengambil keputusan apakah menyerang atau tidak menyerang pesawat yang disalah-pahami tersebut. Akhirnya dia mengambil keputusan yang salah.

Hajizadeh menegaskan bahwa yang diluncurkan itu adalah rudal jarak pendek dan meledak dekat pesawat tersebut.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengungkapkan penyesalannya yang mendalam atas kesalahan fatal tersebut. Dia juga menyampaikan rasa duka citanya kepada keluarga korban dan menyatakan telah memerintahkan pemberian kompensasi kepada seluruh keluarga korban.

Sedangkan pelaku malapetaka tersebut dipastikan akan diproses dan dihukum sesuai kesalahannya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini