Virus Ebola Mewabah di Kongo, 43 Orang Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 43 orang meninggal dunia dan 100 orang terinfeksi virus ebola di Barat Republik Demokratik Kongo.

“Dengan 100 kasus dalam waktu kurang dari 100 hari, wabah ini perlu dikhawatirkan,” kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Dr Matsihidiso Moeti.

Melansir Reuters, wabah baru ebola ini sebelumnya telah dilaporkan pada 1 Juni lalu di Mbandaka, sebuah kota dengan 1 jua penduduk di Sungai Kongo. Adapun pengumuman ini disampaikan sebelum Kongo mendeklarasikan akhir dari pandemi virus ebola sebelumnya di bagian timur yang telah terjadi selama 2 tahun.

WHO mengatakan, bahwa pandemi ini telah menyebar ke desa terpencil di provinsi Equateur, yang membentang sepanjang lebih dari 300 kilometer di hutan lebat dengan sedikit akses jalan. Menurut data yang tersedia, kecepatan penyebaran virus ini disebutkan relatif konsisten.

“Virus menyebar di area yang luas dan terjal atau sulit dijangkau, membutuhkan intervensi yang mahal,” kata Matshidiso Moeti.

Saat ini, wabah Ebola telah menyebar ke 11 dari 17 zona sehat provinsi. Sebanyak 96 kasus dari 100 kasus yang dilaporkan telah dikonfirmasi dan empat lainnya merupakan kasus probable

Kemunculan wabah baru kali ini juga semakin diperparah dengan adanya pandemi virus Covid-19 yang belum berakhir. Bahkan, respons untuk wabah kali ini disebut mengalami kekurangan dana.

Epidemi ini, dikatakan menjadi epidemi terbesar kedua di dunia dan semakin menjadi tantangan karena terjadi di zona konflik yang sebelumnya berawal dari Kivu Utara pada Agustus 2018. Diketahui, Ebola sendiri merupakan sebuah demam tropis yang pertama muncul pada 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo, ditularkan ke manusia dari hewan liar.

Pada tahun 2014, pandemi ini menyebabkan munculnya peringatan secara global saat wabah terburuk dunia mulai terjadi di Afrika Selatan dan menewaskan lebih dari 11.300 orang. Tak hanya itu, wabah ini juga telah menginfeksi sekitar 28.600 orang di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Jadi Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Yohanes Kogoya*Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraanmasyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa. Dalam konteks pembangunan nasionalsaat ini, Papua menempati posisi yang semakin strategis, bukan hanya sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan Pasifik, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensisumber daya alam melimpah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagaikebijakan dan program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa Papua kini menjadibagian penting dalam agenda pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.Komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Papua mendapat penegasan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Menurutnya, paradigma pembangunan nasional saat ini telah bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada Pulau Jawa menjadi pembangunan yang berpusat pada seluruh wilayah Indonesia. Papua pun ditetapkan sebagaisalah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis, mulai daripembangunan infrastruktur, rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, program Makan BergiziGratis, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas melalui Trans...
- Advertisement -

Baca berita yang ini