Virus Corona Menyerang Afghanistan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Virus corona sudah menyebar ke wilayah Afghanistan. Menteri Kesehatan Afghanistan mengatakan pada Senin 24 Februari 2020 bahwa negara tersebut telah mengidentifikasi kasus COVID-19 yang pertama kali dikonfirmasi.

Ferozuddin Feroz, menteri kesehatan setempat, mengatakan pada konferensi pers di Kabul bahwa salah satu dari tiga kasus yang dicurigai dinyatakan positif memiliki Virus Corona di Provinsi Herat, bagian barat.

Dia mengumumkan keadaan darurat di provinsi itu, yang berbatasan dengan Iran di mana puluhan kasus telah dikonfirmasi dan 12 orang telah meninggal.

“Saya meminta orang-orang untuk mencoba tinggal di rumah dan membatasi pergerakan mereka,” kata Ferozuddin.

Kasus yang dikonfirmasi adalah seorang pria berusia 35 tahun yang baru saja kembali dari kota Qom, rumah bagi sebagian besar kasus coronavirus Iran, dan sekarang telah ditempatkan di karantina, kata Feroz.

Afghanistan menghentikan semua pergerakan udara dan darat ke dan dari Iran pada akhir pekan.

“Hal yang membuat kami khawatir tentang coronavirus di Afghanistan adalah bahwa orang-orang kami, karena ekonomi lemah, sudah menderita berbagai penyakit dan mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah,” kata Feroz.

Jutaan orang Afghanistan tinggal di Iran, sering bolak-balik dengan mobil dan bus melintasi perbatasan untuk melihat keluarga dan mencari pekerjaan.

Sopir taksi Aziz Ahmad mengatakan kepada Reuters bahwa dia melihat lebih dari 100 mobil dengan penumpang di sisi perbatasan Iran terhalang untuk mencapai Afghanistan.

Iran, yang mengumumkan dua kasus pertamanya Rabu lalu, mengatakan memiliki 61 kasus yang dikonfirmasi dan 12 kematian, dengan sebagian besar infeksi di kota Qom.

Arab Saudi, Kuwait, Irak, Turki dan Afghanistan telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan imigrasi bagi para pelancong dari Iran. Kuwait, Bahrain, dan Irak pada Senin juga mengkonfirmasi kasus COVID-19 pertama mereka.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini