Viral! Sejumlah Kementerian Bakal Dihapus Jokowi, Ini Daftarnya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Beredar kabar Presiden Joko Widodo memutuskan susunan Kabinet Kerja di periode kedua pemerintahannya bakal diisi 55 persen profesional dan 45 persen sisanya dari Partai Politik. Bahkan sejumlah kementerian pun bakal ada yang digabung dan dihapus.

Seperti Kementerian Perindustrian akan dilebur bersama Kementerian Perdagangan menjadi satu. Sedangkan kementerian yang dihapus adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Jokowi juga akan menambah sejumlah wakil menteri seperti di Kementerian Perhubungan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kepemudaan dan Kementerian Pertanian.

Termasuk rencana pusat promosi Perdagangan Indonesia dibawah kementerian perdagangan dihapus dan Duta Besar akan diberikan target khusus untuk menaikkan ekspor dan mengundang investasi.

Berikut rencana susunan kementerian kabinet kerja Presiden Jokowi di lima tahun ke depan:

Kementerian:

1.Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Internasional (Dirjen perdagangan internasional dimasukan ke Kemenlu)
2.Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Digabung)
3.Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kepemudaan
4.Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan
5.Kementerian Pendidikan Tinggi
6.Kementerian Riset dan Teknologi
7.Kementerian Kesejahteraan Sosial (ganti nama dari Kementerian Sosial)
8.Kementerian Pemuda dan Olahraga dihapus (dibentuk Badan Khusus Olahraga)
9.Kementerian Investasi (menggantikan Badan Koordinasi Penanaman Modal)
10.Kementerian Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif
12.Kementerian Agraria, Tata Ruang dan Kehutanan
13.Kementerian Lingkungan Hidup

Badan:

Badan Legislasi Nasional
Badan Riset Nasional
Badan Manajemen Talenta
Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah Pusat
Badan Khusus Olahraga

Wakil Menteri
Kementerian Pertahanan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Kementerian Agama
Kementerian kesehatan
Kementerian Sosial
Kementerian Keuangan
Kementerian Perhubungan
Kementerian Riset dan Teknologi
Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kepemudaan
Kementerian Pertanian

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini