Viral Puan Maharani Bagikan Kaos dengan Dilempar dan Tanpa Senyum, Begini Penjelasan PDIP

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aksi Puan Maharani turun ke jalan, daerah Bekasi untuk membagikan kaos viral di media sosial.

Hal itu karena cara dia membagikan kaos dengan melempar, serta ekspresi wajhanya yang sama sekali tidak memperlihatkan ketulusan bahkan tanpa senyum sama sekali.

Melihat hal itu, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah memberikan klarifikasi. Katanya, Puan tidak marah maupun murung, melainkan merasa kaget karena pengawal pribadinya di ring 1 juga memegang kaos.

“Mbak Puan setiap turun ke bawah, biasanya ada yang mengiringi. Ada 2 ring. Nah di ring 1, biasanya hanya ngamanin Mbak Puan tapi tidak memegang kaos, yang pegang kami-kami ini,” kata Said.

Said menambahkan bahwa Puan yang terlihat murung dikarenakan dia mengingatkan pengawal pribadinya. Ia membantah jika ekspresi Puan menunjukkan kurang merakyat.

Menurut Said, Puan Maharani sangat familiar dan humble jika bertemu dengan masyarakat. Jika tidak, kata dia, tidak mungkin Puan sampai rela turun ke bawah.

“Padahal Mbak Puan ingin turun ke bawah, kan tentu selain tugas-tugas beliau juga ingin tahu apa sih sesungguhnya yang diiinginkan oleh masyarakat, harapan masyarakat terhadap pemerintah. Kan begitu,” katanya.

Dalam video yang beredar, Puan juga nampak membagikan kaos dengan cara dilempar ke masyarakat. Said mengatakan hal ini dilakukan agar masyarakat tidak berdesak-desakan dan mudah keluar dari kerumunan.

Menurut Said, apa yang dilakukan Puan sudah benar. Ia menyayangkan video Puan membagikan kaos tersebut viral di media sosial yang menurutnya ditafsirkan sedemikian rupa seakan-akan apapun yang dilakukan Puan serba salah.

 “Nah, kemudian itu dibuat gimmick sedemikian rupa. Sudahlah. Kita ini kalau mau berpikir sehat, apa iya turun ke masyarakat tiba-tiba marah-marah, muka ditekuk, apa iya?,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini