Vaksin Johnson & Johnson Klaim 85 Persen Efektif Mencegah Kematian Akibat Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DELHI ­– India menyetujui vaksin Covid-19 dosis tunggal buatan Johnson & Johnson untuk penggunaan darurat. Hal ini dikatakan oleh Menteri Kesehatan India, Mansukh Mandaviya dalam akun Twitter-nya.

Vaksin Johnson & Johnson akan dibawa ke India melalui perjanjian pasokan dengan pembuat vaksin lokal, Biological E Ltd, demikian pernyataan pihak perusahaan. Akan tetapi, pihak perusahaan mengatakan terlalu dini untuk memberikan batas waktu pengiriman.

“Sementara kami berharap dapat memenuhi komitmen pengiriman kami, masih terlalu dini bagi kami untuk berspekulasi tentang waktu pengiriman vaksin kami,” kata pihak Johnson & Johnson, melansir Reuters.

Otoritas kesehatan India sejauh ini telah menyetujui penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca (AZN.L), Bharat Biotech, Institut Gamaleya Rusia, serta Moderna (MRNA.O).

Terlepas dari persetujuan vaksin Moderna pada Juni, belum ada satu dosis pun yang tiba karena perselisihan tentang perlindungan hukum yang dicari oleh perusahaan.

Tidak jelas apakah J&J telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah terkait masalah hukum. Sementara rekan perusahaan Amerika Serikat, Pfizer belum meminta izin untuk penggunaan vaksinnya di India.

“Keputusan ini didasarkan pada data efikasi dan keamanan topline dari uji klinis ENSEMBLE Fase 3, yang menunjukkan bahwa vaksin sekali pakai kami 85 persen efektif dalam mencegah penyakit parah di semua wilayah yang diteliti, dan menunjukkan perlindungan terhadap rawat inap dan kematian akibat Covid-19, dimulai 28 hari setelah vaksinasi,” demikian pernyataan Johnson & Johnson.

“Ini adalah langkah maju yang penting dalam mempercepat ketersediaan vaksin Covid-19 kami untuk membantu mengakhiri pandemi,” sambung pernyataan tersebut.

Kasus virus corona di seluruh dunia melampaui angka 200 juta pada awal pekan ini. Angka tersebut melonjak menyusul hadirnya varian Delta yang diyakini lebih menular, sehingga mengganggu sistem perawatan kesehatan.

India telah melaporkan rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu kasus Covid-19 baru setiap hari sejak Juli. Meskipun kasus harian telah turun dari 400 ribu pada puncak gelombang kedua, pemerintah federal telah memperingatkan bahwa bahaya belum usai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini