Usia Tak Bisa Bohong, Ibrahimovic Akui Mudah Lelah

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Zlatan Ibrahimovic tetap tampil oke di usia yang tak muda lagi. Tapi, pemain asal Swedia itu mengaku lebih mudah lelah.

Ibrahimovic sudah menginjak usia 39 tahun. Meski demikian, penampilannya di lapangan hijau tetap garang. Bahkan, kini dia merupakan pencetak gol terbanyak Milan.

Banyak yang meragukan Ibrahimovic masih bisa tampil prima di usia 39, tapi dia berhasil menjawab semua keraguan tersebut. Hanya saja, usia tak bisa bohong. Mantan pemain Manchester United itu mengaku saat ini lebih mudah lelah.

“Saya ingin memiliki otak Zlatan saat masih berusia 25 tahun. Sekarang saya mudah lelah dibandingkan saat masih lebih muda. Kini saya banyak tidur, karena butuh mengembalikan kondisi fisik,” ujar Ibrahimovic, dikutip dari Football Italia, Sabtu 19 Desember 2020.

“Setelah pertandingan, dulu saya hanya butuh satu hari untuk pemulihan kondisi dan langsung merasa bugar. Kini saya membutuhkan waktu antara dua dan tiga hari dimana hal itu normal di usia saya,” katanya.

Sejauh ini Ibrahimovic sudah mengemas 11 gol dari 10 pertandingan di semua kompetisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini