Usai Teror Ali Kalora, Penjagaan Diperketat di Sigi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah sudah mengeluarkan perintah agar aparat memperketat penjagaan usai pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah, dengan terduga pelaku adalah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Menko Polhukam Mahfud MD berkata, perintah memperketat penjagaan ini tak lain adalah untuk menciptakan rasa aman bagi warga usai aksi teror yang meresahkan tersebut.

“Memperkuat dan memperketat penjagaan serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dan pihak-pihak yang ingin mengacau keamanan dan ketertiban di wilayah itu,” kata Mahfud di Jakarta, Senin 30 November 2020.

Mahfud juga menegaskan, pemerintah tak akan tinggal diam, dengan mengambil tindakan tegas atas segala aksi terorisme di Tanah Air.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang tegas dan sudah mengambil langkah tegas dan akan diteruskan secara lebih tegas lagi,” ujar Mahfud.

“Pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasional Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku agar secepatnya dilakukan proses hukum yang tegas terhadap mereka.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini