Urbanisasi Jadi Simbol Pertumbuhan Ekonomi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pengelolaan kota yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga keseimbangan dan mengurangi kesenjangan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.

Untuk itu pemerintah, mendorong program pengelolaan kota di berbagai sektor untuk mengimbangi fenomena urbanisasi yang merupakan hasil dari pembangunan ekonomi dan modernisasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa urbanisasi memungkinkan pergerakan arus modal yang cepat, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas.

“Urbanisasi juga menjadi simbol pertumbuhan ekonomi yang mendorong tumbuhnya bisnis lokal, khususnya UMKM,” katanya.

Untuk mengelola kota yang lebih baik, kata dia investasi harus terus ditingkatkan, khususnya dalam melakukan transformasi perkotaan yang efisien dan berdampak.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa transformasi perkotaan bukan hanya tentang keindahan kota, melainkan tentang pendekatan holistik yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut didasarkan pada konsep Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tentang pembaruan perkotaan dan inisiatif serta investasi berbasis wilayah yang berorientasi pada masa depan untuk dampak yang lebih besar.

“Innovative circular strategy juga diperlukan untuk mempercepat penerapan rencana pengelolaan kota untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih baik,” ujar Menko Airlangga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini