Update Terbaru Pendaftaran PKN STAN 2020, Ini Kata Kemenkeu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Buat kalian yang mengidamkan beasiswa kuliah Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN tampaknya harus gigit jari. Pasalnya, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan memutuskan untuk tidak membuka pendaftaran mahasiswa baru sekolah kedinasan tersebut pada tahun 2020.

Menurut Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto, keputusan itu berdasarkan surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB) nomor B/435/M.SM.01.00/2020 tanggal 6 Mei 2020 terkait Rencana Pembukaan Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2020.

“Pendaftaran dan seleksi penerimaan mahasiswa baru PKN STAN untuk tahun 2020 tidak dilaksanakan,” kata Rahmadi Murwanto dalam pernyataan di Jakarta, Kamis 7 Mei 2020.

Setidaknya Kementerian Keuangan dan Kementerian PAN RB punya tiga pertimbangan alasan meniadakan pelaksanaan seleksi. Pertama adalah sesuai dengan keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Yakni tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia sehingga seleksi dalam bentuk tes umum tidak dapat dilaksanakan dengan efektif.

“Mengingat jumlah rata-rata pendaftar selama tiga tahun terakhir mencapai angka 130 ribu peserta,” katanya.

Kedua adalah saat ini sedang dilaksanakan restrukturisasi dan pengkajian kebutuhan pegawai Kementerian Keuangan dari lulusan program DI dan DIII PKN STAN serta dari sumber-sumber lain.

Ketiga adalah adanya penataan ulang sistem dan tata kelola pendidikan kedinasan di PKN STAN termasuk terkait program studi dan kurikulum yang menekankan pada relevansi lulusan PKN STAN di masa depan serta aspek pengembangan karakter ASN.

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi Subbagian Administrasi Kerja Sama dan Kehumasan-PKN STAN, melalui email [email protected].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

WNA Operator Judi Daring Ditangkap, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Siber

Oleh: Ira Nurdini )*Pemerintah terus memperkuat pengawasan siber nasional menyusulterbongkarnya praktik judi daring internasional yang melibatkan ratusanwarga negara asing di Jakarta Barat. Langkah cepat aparat dalammengungkap jaringan tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan negaradalam menjaga ruang digital Indonesia dari ancaman kejahatantransnasional yang semakin kompleks.Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan Bareskrim Polriterhadap aktivitas mencurigakan di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan321 warga negara asing yang diduga menjalankan operasional judi daring secara terorganisir.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa penyidik saat ini masih terusmengembangkan kasus guna memburu aktor utama dan pihak perekrutyang berada di balik jaringan internasional tersebut. Polisi juga telahmengantongi data sponsor yang diduga membawa ratusan operator asingke Indonesia.Menurut Wira, proses pemeriksaan masih difokuskan pada pendalamanperan masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan adanya pengendaliutama yang mengatur seluruh aktivitas perjudian daring tersebut. Hinggakini, penyidik baru menemukan pihak yang berperan sebagai koordinatordi tiap divisi pekerjaan.Keberadaan jaringan dengan struktur kerja yang rapi memperlihatkanbahwa praktik judi daring internasional kini dijalankan secara profesionaldan memanfaatkan sistem digital yang sulit dideteksi. Karena itu, aparattidak hanya berfokus pada penangkapan operator lapangan, tetapi jugapenelusuran terhadap jaringan yang lebih besar.Dari total 321 warga negara asing yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negaraseperti Vietnam, China, Laos, Myanmar,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini