UMKM Jadi Penggerak Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus didorong oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno untuk bisa menjadi penggerak kebangkitan ekonomi di daerah dan nasional.

“Saya mengajak para pelaku UMKM melalui Bale Kreatif untuk bergerak membangkitkan perekonomian Lombok, NTB dan Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Sandiaga mengingatkan untuk segera mempersiapkan dan memastikan produk yang ada di semua tenant Bale Kreatif harus terjual secara maksimal dengan harga yang sesuai pada saat MotoGP.

“Jangan digetok harganya, yang penting laris. Biar tidak hilang calon pembelinya,” ujar Sandiaga.

Dalam peluncuran Bale Kreatif dan E-Catalog Produk UMKM NTB binaan Gemawira di Pasar Seni Sesela di Desa Sesela, Kabupaten Lombok Barat ini, Sandiaga Uno menyempatkan diri meninjau tenant-tenant yang ada di Pasar Seni tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini