Ulang Tahun, Fakultas Kehutanan UGM Dapat Tugas Berat dari Presiden Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di ulang tahunnya yang ke-57, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) mendapat tugas dari Presiden Jokowi yang juga salah satu alumnusnya.

Tugas itu adalah bagaimana Fakultas Kehutanan UGM bisa menjadi jembatan atau solusi terhadap tiga peran hutan yaitu sebagai fungsi agraris, industri dan pasca industri.

Dua fungsi terdahulu yaitu agraris dan industri, menurut Presiden Jokowi sering dikontradiksikan dengan konsep pascaindustri yang memperlakukan hutan dengan konservatif sebagai paru-paru dunia dan biodiversitas.

“Dalam kaitan ini saya mengharapkan Fakultas Kehutanan UGM untuk mencarikan titik temu dan jembatan. Nah, ini tugas untuk mempelajari dan mengembangkan konsep baru ala UGM. Patut diperhitungkan memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Jokowi saat memberi sambutan pada dies natalis itu via teleconference, Jumat 23 Oktober 2020.

Menurut Jokowi, saat ini ketiga fungsi tersebut terus dipertentangkan namun cenderung tidak ada titik temunya.

Dalam konsep agraris, hutan diharapkan masyarakat sebagai sumber pangan, sedangkan bagi industri hutan tidak bisa dipisahkan dari pembuatan kertas, rayon, minyak sawit dan sebagainya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini