Tunisia Lockdown, Robot Polisi Dikerahkan untuk Cegah Masyarakat Berkeliaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, TUNIS – Tunisia telah memberlakukan lockdown total untuk mencegah penyebaran wabah corona. Untuk memastikan masyarakat tak berkeliaran, robot polisi pun dikerahkan di jalanan ibu kota Tunis. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Tunisia.

Anis Sahbani, yang menciptakan robot polisi itu, mengatakan bahwa PGuardi pertama kali diproduksi pada 2015 untuk melakukan patroli keamanan. Robot itu juga bisa beroperasi mandiri dengan teknologi kecerdasan buatan.

Robot ini bisa dikendalikan dari jauh dan dibekali dengan pemindai infra merah, kamera pengindera suhu, serta sistem alarm.

Ketika berhadapan dengan warga yang diduga melanggar lockdown, robot itu akan segera menghentikan mereka dan meminta kartu identitas.

“Apa yang kalian lakukan? Tunjukkan kartu identitas. Kalian tidak tahu sedang ada lockdown?” ujar robot tersebut seperti dilansir The Guardian.

Robot polisi itu diproduksi oleh Enova Robotics yang dibangun oleh Sahbani. Biaya produksi robot itu sekitar Rp 2,2 miliar dan sebagian besar dijual ke negara lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Takbiran dan Nyepi Beriringan, Pemerintah Ajak Jaga Harmoni Bersama

Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyusul jatuhnya perayaan malam...
- Advertisement -

Baca berita yang ini