Tujuh Pemain Timnas U-16 Dapat Beasiswa Hingga Lulus Kuliah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Borneo FC memberikan beasiswa kepada tujuh pemain timnas Indonesia U-16 hingga lulus kuliah usai membawa skuat Garuda Asia juara Piala AFF U-16.

Di skuat timnas U-16, ada tujuh pemain yang berasal dari Borneo FC, yakni Yanuar Sanusi, Ridho Al Ikhsan, Andrika Fathir Rachman, Narendra Tegar Islami, Muhammad Kafiatur Rizky, Ridzar Nurviat Subagja, dan Andhika Putra Setiawan.

Chief Operating Officer Borneo FC, Ponaryo Astaman mengatakan beasiswa itu diberikan sebagai tambahan motivasi, sekaligus bentuk apresiasi dari klub berjuluk Pesut Etam itu.

“Sebagai tambahan motivasi sekaligus bentuk apresiasi dari klub, kita akan memberi ketujuh pemain Borneo FC di Timnas U-16 beasiswa sampai lulus kuliah jika mereka berhasil menjadi juara di turnamen AFF U-16,” katanya.

Menurut dia, sepak bola sekarang memberikan prestasi buat mereka, tetapi pendidikan tetap penting dan tidak boleh dilupakan.

“Karena di usia mereka sekarang pendidikan itu penting. Itu akan mereka bawa bahkan sampai nanti selesai bermain bola. Usia mereka masih sangat muda, jalan mereka masih panjang,” ujarnya.

“Kita harapkan juga mereka tidak berhenti sampai sini prestasinya, semoga mereka kelak bisa konsisten dan bakal menjadi masa depan untuk Borneo FC maupun Timnas Indonesia di level lebih tinggi,” ungkapnya.

Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 usai mengalahkan Vietnam 1-0. Ini merupakan gelar kedua tim Merah Putih setelah tahun 2018 ketika diasuh Fakhri Husaini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini