Trump Janji akan Segera Umumkan Hasil Perjanjian Dagang AS-Cina

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Usai beberapa kali melakukan pertemuan di tengah-tengah memanasnya perang dagang antara AS dan Cina, Donald Trump berjanji akan segera mengumumkan hasil perjanjian terbaru antar kedua negara empat pekan ke depan.

Perang dagang yang berlangsung sejak tahun lalu itu berdampak buruk bukan hanya kepada dua negara yang bertikai, namun juga negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Harapan perdamaian akhirnya meningkat setelah kedua pihak melakukan pertemuan di Beijing pekan lalu. Di hadapan Perdana Menteri Cina Liu He, Trump berkata akan menjembatani beberapa perbedaan pendapat, meski ia mengaku akan ada poin-poin tertentu yang sulit disepakati.

“Kami sudah semakin dekat dengan kesepakatan. Ini adalah sesuatu yang monumental, akan segera diumumkan,” ujar Trump, Jumat 5 Maret 2019.

Liu He membawa pesan Presiden Cina Xi Jinping yang memastikan kepada Trump teks perjanjian perdagangan AS-Cina akan segera difinalisasikan. Kantor berita Cina Xinhua melaporkan Liu mengatakan kepada Trump bahwa Xi yakin di bawah kepemimpinan Trump dan dirinya hubungan Cina dan AS semakin baik. 

Menurut Biro Sensus AS pada tahun perdagangan AS dan Cina, dua perekonomian terbesar di dunia mencapai 660 miliar dolar AS. Impor negeri Paman Sam mencapai 540 miliar dolar dan mengekspor 120 miliar dolar AS.

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini