Trump – Biden di Mata Masyarakat Timur Tengah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang guru di Baghdad Irak, Adel Salman yakin Donald Trump takkan terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat untuk yang kedua kalinya. Hal tersebut menyusul sikap Trump yang tak bersahabat.

Salman bahkan menilai bila wakil Partai Republik itu lebih cocok sebagai pemimpin mafia ketimbang pemimpin dari sebuah negara adidaya bernama Amerika Serikat.

“Saya yakin Trump tidak akan mencapai masa jabatan kedua. Dia terlalu memusuhi hampir kepada semua orang. Dia lebih cocok menjadi pemimpim mafia daripada Presiden Amerika Serikat,” kata Adel Salman, melansir Reuters, Minggu, 8 November 2020.

“Mari kita tunggu dan lihat dengan kepresidenan Biden. Dan saya katakan kepada orang Irak, jangan menghitung ayam Anda sebelum menetas. Apakah Biden lebih baik untuk Irak? Mari kita tunggu dan lihat tindakannya,” sambungnya.

Sementara seorang pengemudi online di Saudi, Mohammed Al Anaizy mengatakan bahwa Donald Trump merupakan sahabat yang mencintai Arab Saudi. Ia bahkan skeptis Biden dapat melanjutkan kebijakan Trump.

“Trump adalah teman kami, dia mencintai Arab Saudi dan melindunginya dari musuh. Dia memborgol Iran. Sementara Biden akan membebaskan Iran lagi dan ini akan merugikan kami dan seluruh kawasan,” kata Mohamed Al Anaizy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini