Tren Kesadaran Masyarakat Gunakan BBM Berkualitas Naik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kesadaran masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermotor untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi semakin meningkat. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat otomotif Mukiat Sutikno.

“Tren ini tentu menggembirakan. Tentunya partikel dari bahan bakarnya jauh lebih bersih,” ujarnya di Jakarta, Senin 31 Mei 2021.

Berdasarkan data Satgas Ramadhan Idul Fitri (RAFI) Pertamina, konsumsi Pertamax Series dan Dex Series rata-rata berada di atas angka 11 persen. Di sisi lain, penggunaan BBM dengan RON paling rendah (RON 88) pun saat ini hanya tinggal 10 persen.

Menurut Mukiat, terdapat sejumlah keuntungan jika memakai BBM berkualitas. Pertama, penggunaan BBM RON tinggi akan membuat mesin kendaraan berumur panjang dan tak cepat mengalami gangguan.

Kedua, performa mesin lebih baik dan lebih menghemat penggunaan bahan bakar.  “Manfaat lain, menjaga lingkungan agar tetap bersih terutama mengurangi polusi udara,” katanya.

Penggunaan bahan bakar RON 92 ke atas juga meningkatkan kemampuan mesin yang memiliki kapasitas kecil, seperti 1.000-1.500 cc. Mesin ini akan menghasilkan power yang cukup besar

BBM dengan RON tinggi akan menguntungkan bagi konsumen. “Small engine size bisa menghasilkan tenaga mesin yang besar,” katanya.

Sebaliknya, penggunaan BBM berkualitas rendah akan membuat gangguan pada mesin kendaraan, meskipun mesin kendaraan baru.

“Akan mengganggu performa mesin semaksimal mungkin. Mesin jadi tidak awet. Makanya, saya sarankan memakai BBM berkualitas tinggi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini