Tren Kasus Harian Covid-19 Indonesia Naik Tapi Belum Tajam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Angka kasus harian Covid-19 mulai menunjukkan peningkatan, namun belum tajam. Hal itu, menurut epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono berkat program vaksinasi yang terus ditingkatkan dan disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Berita lonjakan kasus dari media biasanya tidak akurat. Kalau lihat tren kasus Covid-19 bisa meningkat tapi belum tajam, tren RS juga tidak terlihat. Ini disebabkan tingkat kekebalan penduduk dan masih akan ditingkatkan dg melengkapi vaksinasi & booster serta wajib masker,” ujar Pandu dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Minggu 16 Januari 2022.

Menurut catatan Satgas Penanganan Covid-19, peningkatan itu terjadi sejak 5 Januari 2022 dengan angka kasus harian 404 kasus.

Angka itu naik cukup signifikan setelah sebelumnya angka rerata kasus harian Covid-19 di bawah 300 kasus.80

Sejak 5 Januari 2022 ini angka kasus harian terus naik hingga mencapai angka 1.054 kasus, 15 Januari 2022.

Namun, Minggu 16 Januari 2022 angka itu kembali di bawah seribu yaitu 855 kasus. Meski begitu turunnya angka yang dilaporkan biasanya karena jumlah yang dites cenderung sedikit di akhir minggu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini