Top 500 Fortune Global, Pertamina Ungguli Alibaba dan Facebook

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pertamina masuk daftar Top 500 Fortune Global 2019 dan menggungguli Alibaba dan Facebook. Perusahaan minyak pelat merah ini menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pencapaian Pertamina berkat dukungan positif dari berbagai pihak, baik manajemen dan pekerja, pemerintah, masyarakat serta stakeholder lainnya.

“Ini adalah suatu kebanggaan Pertamina berada di peringkat Top 175 daftar Fortune Global 500,” katanya melansir portal berita Pertamina, bensinkita.com, Minggu 7 Juni 2020.

Dalam daftar tersebut, perusahaan minyak Indonesia ini sukses menggungguli raksasa e-commerce asal China, Alibaba Grup dan raksasa AS Facebook. Pencapaian tersebut membuktikan bahwa perusahaan BUMN mampu menjadi perusahaan bergengsi dan disegani, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara.

Pertamina menduduki peringkat 175, melesat 78 peringkat dari posisi tahun 2018 yang berada di peringkat 253. Sementara Alibaba Group yang berada di peringkat 182 dan Facebook di posisi 184.

Sebagai informasi, Fortune Global 500 atau dikenal juga dengan Global 500 merupakan daftar tahunan yang memuat 500 perusahaan terbaik di seluruh dunia berdasarkan peringkat yang dirangkum dan diterbitkan oleh majalah Fortune selama 67 tahun berturut-turut. Pemeringkatan tersebut berdasarkan pendapatan dan laba bersih perusahaan di tahun fiskal sebelumnya.

Pada 2018, Pertamina membukukan pendapatan 57,933 miliar dolar AS atau meningkat hingga 34,9 persen dari 2017. Sementara laba bersih sebesar 2,526 miliar dolar AS. Dengan total aset mencapai 64,7 miliar dolar AS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini