Tolak Perluasan TPA Jalupang, Warga Wancimekar Bentangkan Puluhan Spanduk di Tempat Strategis

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Puluhan Spanduk yang bertuliskan Penolakan Perluasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang, terbentang di setiap sudut Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Kamis, (25/1/2024).

Alasan spanduk-spanduk tersebut dipasang, sebagai bentuk sosialisasi kepada warga masyarakat Desa Wancimekar dan sekitarnya yang belum mengetahui bahwa perluasan Jalupang hanya akan memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Desa Wancimekar (GMPDW) Solehudin mengungkapkan, pihaknya akan terus memperjuangkan penolakan perluasan TPAS Jalupang, salah satunya dengan memasang puluhan spanduk di tempat strategis sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Tidak hanya di jalan-jalan atau tempat strategis, spanduk itupun akan kami pasang disetiap gang-gang di wilayah RT (rukun tetangga) masing-masing yang ada di Wancimekar. Hal ini dilakukan karena tidak semua masyarakat tau kalau ada rencana perluasan, ” ungkap Solehudin, pada hari, Kamis, (25/1/2024).

Ia juga menjelaskan, perluasan TPAS Jalupang akan berdampak bagi kesehatan masyarakat. Selain bau tidak sedap, belum lama ini TPAS Jalupang mengalami kebakaran, banyak masyarakat yang sakit seperti sesak nafas, pilek, pusing dan meriang.

“Perluasan TPAS Jalupang bukan menjadi solusi, sehingga kami masyarakat Desa Wancimekar menolak perluasan ini. Seharusnya pemerintah melakukan pengelolaan sampah bukan perluasan. Kami masyarakat Desa Wancimekar menolak perluasan dan akan melakukan aksi di depan Kantor Pemda Karawang dengan membawa masa yang sangat besar,” jelasnya.

Sementara itu, warga Desa Wancimekar Sodikin (35) mengatakan, seharusnya pemerintah daerah Kabupaten Karawang memikirkan kepentingan kesehatan masyarakat dalam rencana pelebaran TPAS Jalupang. Dampak penolakan ini masyarakat dengan kompak memasang puluhan spanduk penolakan.

“Sekarang masyarakat sudah mulai memasang spanduk penolakan perluasan Jalupang. Pemasangan spanduk ini salah satu bentuk bahwa masyarakat benar-benar menolak perluasan Jalupang,” pungkasnya.

Laporan: Aip Buhori

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini