Tokoh Perempuan Kampung Yobeh Nilai Kebijakan Otsus Berdampak Baik bagi Masyarakat Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, SENTANI – Tokoh Perempuan Kampung Yobeh, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Henda Monim sangat bersyukur dengan kehadiran dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Menurutnya, kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat sejak tahun 2002 itu sangat membantu untuk meningkatkan taraf hidup Orang Asli Papua (OAP).

“Otsus perlu untuk masyarakat Papua, demi menunjang pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Sabtu 28 Agustus 2021.

Ia pun berharap kelanjutan Otsus jilid II bisa mengakomodir nasib para arga Papua yang tinggal di pedalaman Papua. Sebab, menurut pengamatannya masih ada beberapa kampung yang belum merasakan dampak positif dari Otsus selama ini. Untuk itu, perlu ada evaluasi terhadap penyaluran dana Otsus agar ke depan dapat benar-benar terserap ke seluruh kampung yang ada di Papua.

“Kami masyarakat Kampung Yobeh sangat merindukan pembangunan di kampungnya. Besar harapan masyarakat Kampung Yobeh untuk dapat maju seperti kampung–kampung lain,” katanya.

Henda mengatakan, pengawasan dan transparasi adalah kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Otsus di Papua. Pemerintah Pusat dan Daerah pun diharapkan bisa besinergi untuk memastikan penyaluran anggaran dana Otsus tepat sasaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini