Tokoh Muda Papua: OPM Tidak Punya Masa Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tokoh muda Papua Steve Mara menegaskan, bahwa kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama ini kerap membuat kegaduhan tidak punya masa depan.

Ia menyebut, serangkaian tindakan kekerasan tak akan menghasilkan apa-apa, terutama jika tujuannya untuk memajukan Papua.

“Saya berani katakan bahwa Organisasi Papua Merdeka ini tidak punya masa depan yang jelas,” kata Steve kepada Mata Indonesia News, Jumat 11 Juni 2021.

Bagi Steve, memperbaiki Papua dengan cara-cara kekerasan hanya akan meninggalkan luka dan memiliki dampak panjang pada generasi selanjutnya.

“Jangan sampai karena tindakan hari ini, kita merugikan anak cucu kita ke depan,” ujar Steve.

Lebih lanjut, Steve mengingatkan bahwa bangsa Indonesia akan terus berdinamika. Ketika semua rencana pembangunan berjalan lancar sesuai rencana pemerintah, tentunya itu membawa dampak baik.

Namun, bila ada kelompok yang justru melakukan tindakan-tindakan yang tak mendukung pemerintah, tentunya di mata Steve, itu tidak akan punya masa depan dan tak ada tempat untuk mereka di Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini