TNI AL Serbu Pesantren di Garut, Ternyata Ini Sebabnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebuah Pondok Pesantren Ma’ruful Hidayah yang ada di Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat diserbu oleh TNI AL. Penyerbuan itu dipimpin oleh Kepala Staff Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono.

Penyerbuan yang dilakukan bukan karena ada teror atau apa, tapi berisi kegiatan vaksinasi Covid-19 terhadap para santri dan masyarakat sekitar.

Kasal mengatakan bahwa serbuan ke pesantren dilakukan pihaknya setelah sebelumnya melakukan kegiatan serupa ke daerah-daerah pesisir, hingga kampung nelayan.

“Khususnya di Pulau Jawa ini sudah banyak terpenuhi untuk di daerah-daerah pesisir, sehingga sasaran kita berikutnya di sekolah-sekolah dan juga di pesantren-pesantren seperti yang kita lihat sekarang ini,” kata Yudo Margono di Garut, Jumat 3 September 2021.

Kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 ini bekerja sama dengan unsur TNI-Polri yang ada di wilayah, dan juga bersama Dinas Kesehatan setempat. Dengan kegiatan vaksinasi di pesantren, karena banyaknya santri yang berkumpul, bisa segera tercipta herd immunity.

“Ke depannya bisa segera melaksanakan kegiatan belajar mengajar, apabila semuanya sehat. Dan juga masyarakat di sekitar sini nantinya dengan sudah dibukanya kegiatan vaksinasi di pesantren diharapkan ikut semua sehingga di Jawa Barat bisa segera terpenuhi, dilaksanakan vaksinasi,” katanya.

Hari ini, pihaknya melakukan kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 di dua tempat, yaitu di Garut dan Pondok Pesantren Suyalaya, Kabupaten Tasikmalaya. Setidaknya pihaknya menyiapkan 4.000 dosis vaksin untuk disuntikan kepada santri dan masyarakat.

Salah seorang santri yang divaksinasi, Acep Setiawan (16) mengaku bahwa kegiatan vaksinasi menjadi hal yanylg sangat dinantikan olehnya dan sejumlah santri lainnya. “Sudah lama banget saya dan teman-teman santri pengen divaksinasi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini