TNI AL Minta Maaf atas Kasus Bocah Ditolak RSAL Merauke

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – TNI Angkatan Laut (AL) meminta maaf atas kasus kematian bocah Papua yang mendapat penolakan dari RSAL Lantamal XI Merauke, Papua.

Kasus ini menjadi ramai setelah viral di sosial media. Seorang bocah Papua positif Covid-19 sempat mendapat penolakan di RSAL Lantamal XI Merauke, Papua. Korban meninggal dunia.

TNI Angkatan Laut (AL) beralasan hanya mengarahkan pasien ke RSUD yang memiliki dokter spesialis anak.

”TNI AL menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan penyelidikan terkait viralnya video dengan konten penolakan pasien oleh Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Lantamal XI Merauke,” keterangan resmi dari rilis TNI AL.

Mereka menjelaskan kronologi kejadian ini bermula saat RSAL Lantamal XI Merauke kedatangan pasien seorang anak berusia 10 tahun, Adriana Mahuse. Petugas RSAL mengarahkan keluarga pasien untuk membawanya ke RSUD Merauke’ dengan alasan rumah sakitnya tidak memiliki dokter spesialis anak.

Pihak TNI AL menilai RSUD memiliki dokter anak dan fasilitas lebih lengkap, sehingga pasien segera mendapatkan penanganan yang maksimal.

“Namun, keputusan ini berbuntut panjang yang menyebabkan keluarga pasien merasa tidak menerima perlakuan RSAL dan menjadikannya viral di media massa.”

Kepala Rumah Sakit Lantamal XI Letkol Laut (K) Nursito, dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa saat menjalani pemeriksaan di mobil, kondisi pasien ‘dalam keadaan sadar dan stabil. Serta memungkinkan untuk membawanya ke RSUD Merauke’. Terlebih, kedua rumah sakit hanya berjarak 100 meter.

“Namun, di tengah perjalanan, pasien yang 4 hari sebelumnya pernah mendapat perawatan RSUD Merauke karena Covid-19 tersebut meninggal dunia,” ujar pernyataan itu.

Wakil Komandan Lantamal XI Merauke Kolonel Laut (P) Hari Widjajanto akan mengevaluasi kejadian ini.

“Saya menyelidiki dan menelusuri kejadian ini, apakah ada kelalaian dari pihak RSAL Lantamal XI. Apabila ada, saya akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menyatakan, akan ada tindakan tegas jika dalam penyelidikan nanti terbukti ada kelalaian dari petugas RSAL.

“Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum,” ujar Julius.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini