TKN Sebut Rizal Ramli Nyinyir Soal Kartu Sakti Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut kritikan ekonom senior Rizal Ramli terhadap program kartu sakti Presiden Joko Widodo sebagai bentuk sikap nyinyir atas program positif pemerintah.

Sebelumnya, Rizal mengatakan bahwa kartu sakti Jokowi yakni Kartu Sembako Murah, Kartu Pra-Kerja dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah adalah program receh.

“Kalo Rizal Ramli itu memang nyinyir, nggak mau mengakui itu baik. Padahal kartu sakti itu yang dibutuhkan rakyat,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding di Jakarta, Senin 25 Februari 2019.

Karding berkata, Rizal boleh-boleh saja mengkritik pemerintahan atau program-program kampanye Jokowi. Namun, sebaiknya kritik tersebut disampaikan secara objektif melihat apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Lagipula, menurut Karding, program ini adalah hal yang wajar sebagai bentuk lain solusi pemerintah secara praktis memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan, Kartu Indonesia Pintar Kuliah diperlukan agar masyarakat bisa menempuh pendidikan tinggi secara mudah, begitu juga dengan Kartu Pra-Kerja untuk menjamin setiap warga mendapat pekerjaan.

“Jadi, apanya yang tidak baik dari kartu-kartu itu?” ujar Karding.

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini