Timnas Indonesia U-23 Masih Harus Berbenah

Baca Juga

MATA INDONESIA, YEONGDEOK – Timnas Indonesia U-23 mengalahkah Andong Science College 4-2 pada laga pertama uji coba di Korea Selatan. Meski menang, skuat Garuda Muda masih harus berbenah.

Dalam laga tersebut, pelatih Shin Tae-yong menurunkan empat pemain senior sebagai starter, yakni Fachruddin Aryanto, Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Irfan Jaya. Di babak kedua, Shin Tae-yong melakukan sembilan pergantian pemain.

Kemenangan tersebut diapresiasi Shin Tae-yong karena para pemain disebutnya masih punya stamina oke meski sebelumnya digembleng latihan keras.

“Memang para pemain sangat bekerja keras untuk pertandingan hari ini, tapi masih banyak kekurangan, dari feel permainan, timing, dan passing juga masih kurang. Para pemain menang menjalani latihan tiga kali sehari, jadi masih berat bagi pemain (belum terbiasa). Jadi pertandingan tadi lumayan saja,” ujarnya.

Shin Tae-yong melihat masih banyak kekurangan dari timans U-23, terutama soal organisasi permainan.

“(Evaluasi) pertama jaga jarak, cari ruang kosong di belakang, dan membuat peluang-peluang yang baik. Karena ada masih ada beberapa kali uji coba, para pemain melalukan conditioning. Pemain yang cedera lakukan terapi. Para pemain harus membuat organisasi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya, timnas U-23 akan melawan Pohang Steelers (23 April) dan Daejon Hana Citizen (27 April). Setelah laga uji coba melawan Daejon Hana, Garuda Muda akan kembali dulu ke Jakarta sebelum bertolak ke Vietnam pada tangggal 3 atau 4 Mei untuk mengikuti SEA Gamas 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini