Tim Bermasalah, Acong Latif Gak Mau Bela Galih Ginanjar Lagi

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Tim hukum Galih Ginanjar bermasalah, salah seorang anggotanya, Acong Latief mengundurkan diri.

Menurut Acong ada perbedaan pendapat dan strategi pembelaan terhadap Galih. Dia khawatir dirinya ikut disalahkan nanti.

Surat pengunduran diri Acong sudah disampaikan kepada Galih Ginanjar selaku mantan kliennya, Kamis 11 Juli 2019 malam.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan Galih, Rey Utama dan Pablo Banua sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Galih dinilai telah menghina mantan istrinya, Fairuz A Rafiq melalui sebuah rekaman video.

Dalam video itu, Rey Utami menjadi pembawa acara dan melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Galih. Salah satunya mengungkit kehidupan masa lalu Galih bersama Fairuz.

Dalam kasus ini, istri Galih, Barbie Kumalasari juga telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Argo juga menyebut ketiganya ditahan oleh penyidik untuk masa 30 hari mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini