Terus Turun, Tren Angka Kematian Akibat Covid-19 Konsisten di Bawah 100

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia, senin 11 Oktober 2021 masih konsisten di bawah 100 orang dalam 11 hari.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, angka kematian akibat Covid-19, senin ini adalah 65 orang.

Angka kematian di bawah 100 orang per hari konsisten terjadi sejak 30 September 2021. Pada tanggal itu angkanya masih 113 orang meninggal akibat Covid-19 dalam satu hari.

Namun, keesokan harinya angka tersebut mulai berkurang yaitu di angka 87 orang meninggal karena Covid-19 di Indonesia dalam satu hari.

Meski masih relatif tinggi angka tren penurunan terus terjadi selama 11 hari ini, bahkan mencatat angka terrendah sejak puncak gelombang pertama pada 28 Januari 2021 dengan 476 kasus kematian.

Apalagi jika dibandingkan dengan puncak gelombang kedua 27 Juli 2021 yang mencapai 2.069 kematian akibat Covid-19 dalam satu hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini