Terus Dikritik, Ternyata Tunggal Putra Sudah Sumbang Tiga Gelar Juara Tahun Ini Lho

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tunggal putra dan tunggal putri adalah dua nomor yang kerap mendapat kritikan pedas karena sulit meraih gelar juara. Ternyata, tunggal putra sudah mendapat tiga gelar lho tahun ini.

Indonesia mengandalkan nama-nama seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, dan Chico Aura Dwi Wardoyo untuk meraih gelar juara di turnamen internasional.

Tapi, penampilan tunggal putra terus mendapt sorotan karena sulit naik podium tertinggi. Nama Anthony Ginting dan Jonatan Christie yang paling mendapat sorotan. Bahkan, legenda Taufik Hidayat terang-terangan mengkritik Ginting.

“Anthony Ginting sorry to say, mentalnya kadang naik kadang turun, kalau tekniknya bagus,” ujar Taufik, saat tampil dalam podcast pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen.

Penampilan Ginting di awal tahun memang kurang baik. Dia pun mengakui hal tersebut. Tapi, kenyataannya sektor tunggal putra sudah meraih tiga gelar tahun ini. Jonatan juara Swiss Open 2022, Chico juara Malaysia Masters, dan Ginting naik podium tertinggi di Singapore Open.

Memang betul tunggal putra sudah meraih tiga gelar juara tahun ini, tapi penampilan Anthony, Jonatan, atau Chico bisa dibilang belum konsisten. Belum lagi ada anggapan Ginting bisa menjadi juara karena Viktor Axelsen (Denmark) absen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini