Terungkap! Ini Motif Pelaku Membunuh Mantan PM Jepang Shinzo Abe

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kepolisian Kota Nara, Jepang akhirnya mengungkap motif tersangka pembunuh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Menurut polisi Nara, Yamagami Tetsuya, 41 tahun, pria pengangguran, mengatakan dia memendam rasa benci dengan kelompok tertentu yang menurut dia Abe punya kaitan dengan kelompok tersebut.

Polisi menuturkan mereka menyelidiki insiden ini sebagai kasus pembunuhan.

Sebanyak 90 penyelidik sedang mengusut kasus ini, kata polisi, seperti dilansir laman CNN, Jumat 8 Juli 2022.

Aparat juga sudah menggeledah apartemen tersangka pukul 17.17 waktu setempat, kata polisi. Di lokasi itu polisi menemukan senjata api mirip pistol dan langsung menyitanya.

Tersangka pelaku diketahui adalah mantan anggota Pasukan Bela Diri Jepang, menurut sumber di pemerintahan.

Diketahui, Abe tak sadarkan diri setelah pagi tadi ditembak seseorang ketika berpidato di Kota Nara di Jepang bagian barat menjelang pemilihan anggota majelis tinggi akhir pekan ini.

Abe kemudian meninggal karena pendarahan luar biasa. Demikian dilansir laman Antara mengutip Kyodo.

Menurut kepolisian, Abe ditembak dari belakang sekitar pukul 11.30 waktu setempat ketika menyampaikan pidato di depan stasiun kereta api Yamato-Saidaiji, bagian dari perusahaan KA Kintetsu Railway.

Abe jatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri setelah dua tembakan terdengar, kata kepolisian.

Pria berusia 67 tahun itu, yang pernah sekian lama menjadi pemimpin Partai Demokratik Liberal (LDP), dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan berlumuran darah di kemejanya.

Saat dibawa ke rumah sakit, Abe tidak menunjukkan tanda-tanda vital fungsi tubuh sampai dokter mengumumkan kematiannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Soal Wacana Hak Angket Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Pakar Politik: Itu Tantangan Besar!

Mata Indonesia, Sleman - Usulan terkini untuk DPR mempertimbangkan hak angket guna menyelidiki potensi kecurangan dalam Pemilu 2024 semakin mendapatkan dukungan. Arya Budi, Pakar Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa rencana tersebut memiliki kemungkinan untuk direalisasikan dalam teori.
- Advertisement -

Baca berita yang ini