Bawa Ratusan Miras, Polres Karawang Amankan 2 Mobil Box

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARWANG-Maraknya peredaran minuman keras di Karawang, membuat Polres Karawang inten melakukan razia dan pengembangan peredarannya.

“Kami telah mengamankan dua mobil box yang berisikan puluhan botol miras siap edar,” ujar Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut terhadap kasus miras yang mengakibatkan jatuh korban, akibat miras oplosan, pasca kejadian tersebut Polres Karawang gencar lakukan razia miras yang ada di wilayah Kabupaten Karawang baik oleh Personil Polres maupun Polsek jajaran.

Sebelum mengamankan, pihaknya bersama personil menyiyir lokasi mulai dari pinggir jalan lingkar Tanjungpura Karawang.

“Setelah dilakukan pengintaian ternyata benar informasi yang didapat 2 mobil Box warna Kuning membawa minuman keras siap edar di wilayah Kabupaten Karawang.

Masing-masing mobil box membawa 200 karton minuman keras berbagai merk dan 110 karton minuman keras berbagai merk,” ujar Kapolres.

Pihaknya mengatakan, total barang bukti miras yang diamankan sebanyak 310 Karton nantinya barang haram tersebut akan dimusnahkan.

Reporter: Aip Buhori

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini