Terungkap, Habib yang Dimaksud Ninoy Karundeng Bukan Novel, Tapi Sosok yang Sadis

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Setelah Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terungkap kata ‘habib’ yang dimaksud bukan Novel Bamukmin, tetapi berinisial IA dan berperangai sadis.

Dalam keterangan pers yang diselenggarakan Markas Polda Metro Jaya, Ninoy mendengarkan Habib IA itu ingin agar Ninoy dikapak hingga mati. Selain itu, sang habib terus memukulinya sambil menginterogasi.

Kepada wartawan, Ninoy menirukan ucapan sang habib yang akan mengeksekusinya sebelum subuh. Salah satu ucapannya mayat Ninoy akan diangkut ke tempat kerusuhan dan dibuang di sana.

Ninoy mengungkapkan sang habib merancang hal tersebut bersama penyedia ambulans yang mengaku sebagai tim medis.

Seorang Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falah, Iskandar, membantah telah terjadi penganiayaan di dalam masjid itu.

Iskandar menegaskan DKM masjid justru menyelematkan Ninoy dari amuk massa di luar bangunan suci tersebut.

Iskandar menegaskan di dalam masjid Ninoy tidak dipukuli lagi. Tetapi Iskandar tidak mengetahui situasinya setelah pukul 23.00 WIB tanggal 30 September 2019.

Saat itu dia meninggalkan masjid dan tidak tahu sosok ‘habib’ yang disebut memerintahkan mengangkut mayat Ninoy ke lokasi kerusuhan. Dia juga mengaku tidak tahu soal orang yang merekam Ninoy hingga videonya berakhir viral.

Dia hanya mengetahui kondisi Iskandar setelah kembali ke masjid itu pukul 04.00 WIB untuk shalat Subuh. Ninoy masih ada di situ dan beberapa orang merawat lukanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini