Terungkap Alasan Kabinet Jokowi Diberi Nama Indonesia Maju

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Terjawab sudah mengapa nama kabinet yang baru adalah Indonesia Maju. Menurut juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, nama tersebut sesuai dengan pidato Presiden di MPR.

“Nama Indonesia Maju sesuai dengan visi Presiden,” kata Fadjroel usai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju, Rabu 23 Oktober 2019.

Fadjroel menegaskan komposisi kabinet sekarang merupakan wajah Indonesia karena terdiri dari putra-putri terbaik. Selain itu merupakan semangat persatuan Indonesia.

Istilah Indonesia Maju diungkapkan Presiden Jokowi saat akan mengakhiri pidato pertama setelah pelantikannya di hadapan MPR RI, 20 Oktober 2019.

Jokowi mengucapkan itu setelah mengucapkan pepatah Bugis, “Pura babbara’ sompekku…Pura tangkisi’ golikku” yang artinya ‘Layarku sudah terkembang, kemudiku sudah terpasang.’

Setelah itu Jokowi mengucapkan, “Kita bersama menuju Indonesia maju.” Visi Jokowi memang ingin membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi keempat atau kelima pada 2045 saat usia Proklamasi 100 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini