Teror Berpisau di Gereja, Dua Orang Tewas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tindakan terorisme semakin marak di Prancis. Terbaru, gereja di Kota Nice pada Kamis 29 Oktober 2020 diserang oleh seseorang yang memakai pisau, lalu menusuk jemaah secara membabi buta.

Akibat insiden mengenaskan ini, dua orang yang berada di gereja tersebut tewas, sementara lainnya luka parah.

Wali Kota Nice Chritian Estrosi menjelaskan, gereja yang menjadi TKP itu berada di dekat Notre Dame. Polisi kini sudah meringkus pelaku penyerangan.

Jelas saja, penyerangan ini menambah daftar panjang aksi teror yang terjadi, usai kasus pemenggalan guru bernama Samuel Paty belum lama ini.

Tak diketahui pasti apa yang menjadi motif di balik serangan Nice, atau apakah ada kaitannya dengan kartun Nabi, yang dianggap umat Muslim sebagai penghinaan.

Aksi ini diduga kuat dicipu oleh tindakan sejumlah pejabat Prancis, yang mempertontonkan kartun Nabi Muhammad SAW dan dipajang disudut-sudut kota.

Hal itulah yang telah memicu amarah di sebagian dunia Muslim, dengan sejumlah pemerintah menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron mengejar agenda anti-Islam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini