Ternyata Ini Lho Alasan Shin Tae-yong Boyong Timnas U-19 TC di Korea

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia U-19 saat ini berada di Korea Selatan untuk melakoni pemusatan latihan (TC) dan juga beberapa laga uji coba. Pelatih Shin Tae-yong membeberkan alasan memilih Negeri Ginseng sebagai tempat TC.

Timnas U-19 berada di Korea sejak 12 Maret. Saat ini mereka sedang menjalani karantina sebelum nantinya mulai menggelar pemusatan latihan dan uji coba.

Pemusatan latihan ini merupakan bagian dari persiapan untuk tampil di Piala Dunia U-20 di 2023. Rencananya, akan ada semnbilan laga uji coba selama latihan di Korea.

Shin Tae-yong mengatakan, alasan pemilihan Korea Selatan sebagai tempat pemusatan latihan demi menempa mental dan fisik pemain.

“Tujuan [memilih Korea Selatan] adalah untuk memperkuat kualitas mental dan fisik para pemain. Kami menghadapi panggung besar Piala Dunia U-20, tetapi para pemain belum berlatih secara sistematis,” ujarnya.

“Kami akan meningkatkan stamina dasar para pemain melalui pelatihan yang berat. Untuk itu, Korea memiliki infrastruktur yang baik, makanan berkualitas tinggi dan pemulihan yang mudah. Ini cocok,” katanya.

“Salah satu alasan terbesar saya datang ke Korea adalah saya suka berlatih tanding dengan tim yang lebih kuat dari Indonesia,” ungkapnya.

Jadwal Timnas U-19 di Korea Selatan

Lawan Universitas Yeungnam (22 Maret 2022)
Lawan Korea Selatan U-20 (25 Maret 2022)
Lawan Universitas Daegu (27 Maret 2022)
Lawan Korea Selatan U-20 (29 Maret 2022)
Lawan Kimcheon U-18 (5 April 2022)
Lawan Pohang U-18 (6 April 2022)
Lawan Daegu U-19 (7 April 2022)
Lawan Pohang (9 April 2022)
Lawan Daegu FC (13 April 2022)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini