Terjunkan Satgas ke Bandara Hong Kong, KJRI Pastikan Lebih 40 WNI Aman

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong menerjunkan Tim Satgas Perlindungan WNI untuk menyisir Bandara Internasional Hong Kong untuk memastikan bahwa warga Indonesia aman-aman saja di tengah maraknya demonstrasi yang kian tak terkendali di negara tersebut.

Tim satgas akhirnya menemukan lebih dari 40 WNI dalam area bandara. Mereka dipastikan sehat dan baik-baik saja.

Erwin Akbar, salah satu tim satgas berkata puluhan WNI itu ditemukan di wilayah terbatas atau airside di bandara. Sementara ini, KJRI tengah mengupayakan sejumlah kebutuhan mendasar seperti makanan untuk WNI yang terjebak di bandara tersebut.

“Sebagian besar WNI yang berada di dalam wilayah terbatas bandara adalah mereka yang transit baik dari Indonesia ke negara lain atau dari negara lain ke Indonesia. Ketika transit, penerbangan lanjutan mereka mengalami disrupsi sehingga mereka tertahan di dalam bandara menunggu kepastian jadwal penerbangan lanjutan masing-masing,” kata Erwin.,

Sebelumnya dikabarkan bahwa ada 47 orang yang tergabung dalam tim renang DKI Jakarta sempat terjebak di Bandara Hong Kong. Namun, setelah evakuasi, mereka dibawa ke KJRI Hong Kong.

Tim renang sedianya kembali ke Jakarta pada malam tadi. Namun penerbangan dibatalkan karena ribuan demonstran sempat menduduki Bandara Hong Kong.

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini