MATA INDONESIA, KIEV – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya masih di bawah kendali Rusia. Ia menegaskan akan mempersenjatai siapa saja yang ingin membantu Ukraina melawan invasi Presiden Vladimir Putin.
“Kami telah bertahan dan berhasil menangkis serangan musuh. Pertempuran terus berlanjut,” kata Presiden Zelenskyy, melansir The Independent, Minggu, 27 Februari 2022.
Pernyataan ini dilontarkan sang presiden dalam pidato emosionalnya setelah upaya kelompok penyerang Rusia menyusup ke ibukota, Kiev, menyebabkan petempuran jalanan, dengan tembakan senjata berat dan ledakan terdengar sepanjang malam.
Presiden Zelenskyy juga menuduh pasukan Rusia menyerang daerah sipil dan infrastruktur. Namun, ia mengatakan rencana Moskow untuk segera merebut Kiev dan mendirikan pemerintahan boneka berhasil digagalkan.
“Semua orang yang ingin datang ke sini untuk membela negara kami, silakan datang dan kami akan memberi Anda senjata,” sambungnya.
Zelenskyy yang merupakan mantan komedian itu mengklaim ribuan tentara Rusia yang telah terbunuh dan ratusan lainnya ditangkap sebagai tawanan perang.
“Tidak dapat memahami mengapa mereka dikirim ke Ukraina – untuk mati, untuk membunuh orang lain. Semakin cepat Anda memberi tahu pemerintah Anda bahwa perang harus dihentikan, semakin banyak orang akan tetap hidup,” tuturnya.
Meskipun pertempuran sengit di selatan negara itu – dekat dengan Krimea, di Kherson, dan di pelabuhan Laut Hitam Mykolaiv, Odesa dan sekitar Mariupol – Rusia telah gagal membuat keuntungan yang signifikan, kata seorang ajudan Zelensky.
“Ukraina tidak hanya bertahan. Ukraina menang,” kata penasihat presiden Mykhailo Podolyak.