Teguhkan Rasa Kebangsaan Melawan Fenomena Simbol Bajak Laut

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Fenomena pengibaran bendera bajak laut dari serial anime populer One Piece belakangan ini memicu perhatian publik. Tren yang ramai di media sosial tersebut bahkan muncul di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, menimbulkan kekhawatiran terkait pemahaman nilai kebangsaan di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi adalah bagian dari demokrasi, namun tetap ada batas yang harus dihormati. Menurutnya, Bendera Merah Putih tidak boleh dikalahkan oleh simbol lain dalam konteks kenegaraan.

“Merah Putih harus tetap dikibarkan di posisi paling tinggi karena merupakan lambang pemersatu bangsa dan bukti pengorbanan para pahlawan,” katanya.

Senada dengan itu, anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, menyampaikan keprihatinannya terhadap tren penggunaan bendera bajak laut pada momen peringatan nasional. Ia menilai tindakan tersebut tidak tepat karena mengaburkan makna perjuangan dan kemerdekaan.

“Semangat kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa tidak seharusnya disandingkan dengan simbol hiburan yang tidak relevan dengan nilai-nilai nasionalisme,” tegasnya.

Danang juga menambahkan bahwa budaya populer, seperti anime, memang dapat menjadi hiburan yang dinikmati masyarakat, namun penggunaannya harus tepat dan tidak mencederai makna sakral peringatan kemerdekaan.

“Bangsa Indonesia perlu lebih selektif dalam mengadopsi budaya global agar jati diri kebangsaan tidak tergerus,” jelas Danang.

Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga keluarga, untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai nasionalisme. Generasi muda perlu diarahkan agar tetap bangga dengan identitas bangsa, meskipun berada di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi budaya pop dunia.

Para pemimpin bangsa sepakat bahwa Merah Putih harus selalu berada di posisi tertinggi sebagai simbol pemersatu dan kebanggaan nasional. Semangat mengibarkan Merah Putih harus terus ditanamkan, agar rasa cinta tanah air tetap kokoh dan tidak tergantikan oleh simbol-simbol hiburan yang bersifat sementara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini