Tambah Emas, Indonesia di Peringkat 3 Klasemen SEA Games 2019

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia kini telah mengoleksi 28 emas di SEA Games 2019 Filipina. Dengan hasil tersebut, saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga klasemen sementara, di bawah Filipina dan Vietnam.

Khusus hari Kamis 5 Desember 2019, Indonesia mengoleksi 11 emas tambahan sejak pagi. Cabang pencak silat dan modern pentathlon menjadi pengharum nama Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

Emas pencak silat disumbang Suci Wulandari dari nomor 45-50 kg putri, sementara modern pentathlon dimenangkan oleh Muhammad Taufik di nomor putra dan Dea Putri Salsabila di nomor putri.

Tak hanya itu, emas Indonesia juga datang dari cabang menembak, di mana duet Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba dan Fathur Gustafian dari nomor mixed air riffle 10 meter.

Cabang menembak kemudian menambah emas lagi lewat Fafan Khoirul Anwar HM di nomor mixed benchest air rifle. Tak lama berselang, sepeda juga ikutan menyumbang emas dari Aiman Cahyadi di nomor individual time trial.

Sore harinya, lima emas bisa disabet atlet-atlet Indonesia. Cabang takraw, boling, judo dan sambo yang mempersembahkannya. Takraw dimenangkan Hendra Pago dkk di nomor tim double, judo oleh Iksan Priyadi di putra dan Ni Kadek Anny Pandini di nomor putri.

Sementara boling oleh Ryan Leonard Lalisang dan Aldila Indriyati di nomor mixed double, dan terakhir Sambo dimenangkan Senie Kristian di nomor combat 90 kg. Selain tambahan 11 emas, Indonesia juga meraih 9 medali perak dan 11 perunggu hari ini.

Tambahan 11 emas membuat raihan emas Indonesia melonjak menjadi 28 emas. Indonesia sementara naik ke peringkat ketiga, menyalip Singapura (26) dan Malaysia (23). Indonesia cuma berada di bawah Filipina, yang meraih 63 emas, serta Vietnam 31 emas.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini