Tak Takut Corona, Piala Super Eropa 2020 Bakal Dibanjiri Penonton

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Laga perebutan Piala Super Eropa 2020 yang mempertemukan Sevilla sebagai juara Liga Europa dan Bayern Munchen sebagai juara Liga Champions dipastikan bakal dibanjiri penonton di stadion.

UEFA selaku otoritas tertinggi sepak bola Eropa telah memberi izin agar laga bergengsi yang digelar 24 September mendatang di Puskas Arena Hungaria itu dihadiri pennonton.

Pengumuman dibolehkannya penonton menyaksikan langsung laga di stadion, diputuskan UEFA setelah menggelar pertemuan dengan 55 anggota asosiasinya pada Selasa 25 Agustus 2020.

Menurut Presiden UEFA Aleksander Caferin, laga ini akan menjadi pilot project untuk penyelenggaraan pertandingan dengan penonton langsung, meski pandemi Covid-19 belum tuntas ditangani.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan pemerintah Hungaria untuk memastikan keamanan dan keselamatan semua orang di saat pertandingan berlangsung, seperti menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Meskipun penting untuk menunjukkan sepak bola dapat bertahan di masa-masa sulit, tetapi permainan telah kehilangan sebagian dari karakternya lantaran ketiadaan penggemar. Kami berharap dapat menggunakan Piala Super Eropa di Budapest sebagai pilot yang akan memulai kembalinya penonton di pertandingan kami,” kata Caferin dalam keterangan di laman resmi UEFA.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini