Tak Raih Podium di Motegi, Marc Marquez Tetap Senang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski tak raih podium, namun pebalap bintang Repsol Honda, Marc Marquez mencapai kemajuan berarti dalam membalap di MotoGP.

Pada penampilan keduanya sejak operasi tangan, Marquez mampu tampil tanpa merasa kesakitan pada tangan hingga lengan kanannya.

The Baby Alien mampu raih pole position pada sesi latihan besar di Sirkuit Motegi, Jepang, Minggu 25 September 2022.

Namun, saat balapan Minggu 25 September 2022 yang berlangsung 24 lap dengan kondisi trek kering, Marquez hanya mampu finis keempat.

Itu sudah menjadi hasil yang memuaskan Marquez dan Repsol Honda mengingat pada balapan di Aragon, Spanyol Marquez hanya mampu finis di posisi ke-12.

“Saya benar-benar sangat senang, terutama karena ini adalah balapan yang solid serta konsisten. Dan yang lebih penting, saya tidak merasakan sakit sepanjang lomba,” ujar Marquez dengan wajah senang.

Hasil di Motegi itu, membuat kepercayaan diri Marquez meningkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini