Tak Miliki Data Kepatuhan Prokes, Pemerintah Tiga Provinsi Ini Diingatkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tiga provinsi dinilai memiliki kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) yang rendah.

Penyebabnya mereka tidak memiliki ada datanya dalam seminggu terakhir.

Menurut catatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 ketiganya adalah Maluku Utara, Papua Barat dan Sulawesi Tengah.

“Gubernur, bupati, dan wali kota terutama di Maluku Utara, Papua Barat, dan Sulawesi Tengah harus terus meningkatkan kinerja,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Selasa, 5 April 2022.

Wiku menyayangkan tiga provinsi tersebut absen melaporkan kepatuhan prokes. Padahal, data itu penting untuk menilai kedisiplinan masyarakat dalam mencegah covid-19.

Rekomendasi Satgas adalah menambah orang yang memantau penggunaan protokol kesehatan terutama pada lokasi rawan kerumunan.

Wiku meminta seluruh kepala daerah terutama di tiga provinsi itu untuk bekerja sama dengan TNI, Polri, dan duta perubahan perilaku untuk memantau lebih banyak masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini