Tak Bantu Masak Saat Pandemi, Tri Rismaharini Ancam Pegawai Kemensos Dipindah ke Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri Sosial, Tri Rismaharini murka dengan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Wyataguna Bandung.

Hal itu adalah karena sejumlah ASN di dapur umum yang dibuat Kementerian Sosial itu tidak ikut membantu kegiatan memasak di sana.

Risma menilai dapur umum yang dibuat untuk melayani kebutuhan makanan masyarakat, belum tentu bisa berjalan optimal apabila para ASN tidak ikut terjun.

“Masyarakat di sana enggak bisa makan karena enggak boleh jualan, enggak boleh aktivitas, tapi kalau kerjanya dapur umum kaya begitu, ya mana bisa,” ujarnya, Selasa, 13 Juli 2021.

Dirinya mengancam bakal memutasi para ASN di Balai Wyataguna Bandung, jika tidak ikut membantu di dapur umum.

“Sekarang saya enggak mau lihat seperti ini, kalau saya lihat lagi, saya pindahkan ke Papua, saya enggak bisa mecat kalau enggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua sana teman-teman,” kata Risma.

Diketahui, saat kunjungannya tersebut, dia mendapati adanya dapur umum yang hanya dikerjakan oleh petugas dari Tagana dan petugas lainnya. Sedangkan ASN lainnya di lingkungan Kemensos dinilai dirinya hanya bekerja di dalam kantornya masing-masing.

“Jadi jangan pisah-pisahkan, kalau aku bikin di sini berarti itu Kementarian Sosial, bukan Ditjen Rehabilitasi Sosial, sehingga tidak ada (ASN) yang nongol,”  katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini