Tak Ada Kata Lelah dalam Kamus Bruno Fernandes

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskajer mengistirahatkan Bruno Fernandes saat Manchester United menghadapi Piala FA lawan Liverpool. Fernandes bilang, tak ada kata lelah dalam kamusnya.

Saat MU mengalahkan Liverpool 3-2 di putaran keempat Piala FA, Solskjaer memilih memainkan Donny van de Beek sejak menit awal. Sayang, penampilan Van de Beek tak sesuai harapan.

Pada akhirnya Solskjaer memasukkan Fernandes di pertengaahan babak kedua dan menjadi protagonis bagi MU dengan mencetak gol kemenangan melalui tendangan bebas.

Fernandes menjadi pemain terbanyak yang mencetak gol sejak didatangkan pada Ferbruari lalu dengan 28 gol. Tak ada pemain lain yang mampu membukukan catatan lebih baik dari pemain asal Portugal tersebut.

Hanya saja, Fernandes tak sepakat dibilang lelah dan butuh istirahat. Di usia-usia matang seperti saat ini, mantan pemain Sporting Lisbon itu tak merasa lelah.

“Lelah? Di usia 26 tahun saya tak boleh lelah. Jika saat ini saya lelah, saya takkan bisa bermain di usia 30 atau 32 tahun. Jadi, tidak, saya tidak lelah,” ujar Fernandes, dikutip dari Sky Sports, Selasa 26 Januari 2021.

“Tentu saja pelatih tahu siapa yang terbaik untuk tim dan dia Piala FA dia memilih Donny demi memberikan kesegaran pada tim. Saya pikir itu cukup adil karena di latihan Donny sangat bagus. Dia penting bagi kami dan akan lebih penting lagi di masa depan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini