Sungguh Menyentuh, Ternyata Ini Alasan SBY Tak Hadiri Upacara di Istana Negara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak yang bertanya, di mana Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat upacara kemerdekaan RI digelar di Istana Negara, Sabtu 17 Agustus 2019 pagi tadi. Kenapa ia tak terlihat hadir bersama tamu-tamu istimewa lainnya?

Ternyata, SBY punya alasan tersendiri atas ketidakhadiran dirinya dalam momen tahunan tersebut.

Menurut putera sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), SBY saat ini tengah fokus merawat ibundanya, Siti Habibah yang saat ini tengah dirawat di RS di kawasan Cibubur.

Alasan itu juga yang membuat AHY terpaksa diutus sebagai perwakilan SBY untuk menghadiri upacara di Istana Negara. AHY ditemani sang istri, Annisa Pohan.

“Pak SBY saat ini sedang mendampingi ibundanya, karena kondisinya yang cukup kritis,” kata AHY.

SBY juga melalui AHY menyampaikan salam hormat dan berharap lima tahun hingga sepuluh tahun ke depan bisa lebih maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini.

“Salam hormat, dan tentu dengan semangat yang sama pula ingin melihat indonesia 5 tahun, 10 tahun, sampai kapanpun, semakin baik sejahtera dan maju,” ujar AHY.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini