Sukses di FP3, Rossi Harus Puas Start ke-11 di MotoGP Jerez

Baca Juga

MATA INDONESIA, JEREZ – Pebalap MotoGP legendaris Valentino Rossi menunjukkan tekadnya untuk bangkit sehingga mampu start di posisi 11 usai latihan bebas atau free practice (FP3) pada balapan di Sirkuit Jerez, Minggu 19 Juli 2020 sore.

Sejak awal latihan bebas pertama hingga latihan bebas kedua, Rossi tampak mengalami kesulitan dengan sepeda motornya Yamaha YZR-M1.

Di latihan bebas kedua Rossi harus puas berada di urutan ke-13 di latihan bebas pertama dan urutan ke-17 di latihan bebas kedua.

Pembalap Monster Energy Yamaha itu memperbaiki penampilannya di latihan bebas ketiga. Berkat setelan mesin yang pas dengan karakter Rossi, pebalap 41 tahun itu berhasil meraih posisi 8.

Berdasarkan hasil di tiga latihan bebas tersebut akhirnya Rossi akan bertarung dari posisi 11 pada Moto GP Jerez yang disiarkan langsung, Minggu Sore WIB.

Sementara, pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengukir waktu lap tercepat pada latihan bebas ketiga dan meraih pole position di balapan nanti.

Sedangkan di posisi kedua adalah rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales, disusul favorit juara MotoGP menurut Rossi, Marc Marquez di posisi ketiga.

Balapan MotoGP di Jerez ini dijadwalkan berlangsung Minggu 19 Juli 2020 pada pukul 19.00 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini