MATA INDONESIA, JAKARTA – Masyarakat Indonesia yang mendapat booster hampir mencapai 10 persen atau 20,2 juta penduduk.
Menurut data Kementerian Kesehatan, cakupan booster paling banyak disumbang tenaga kesehatan yaitu 99,68 persen.
Selanjutnya adalah petugas publik dengan cakupan booster yang mencapai sebesar 15,58 persen.
Cakupan terrendahnya adalah booster untuk anak usia 6-11 tahun yang baru mencapai 0,01 persen.
Hal tersebut wajar mengingat anak kelompok usia tersebut baru beberapa bulan lalu memulai penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua.
Hingga saat ini sudah lebih dari 200 juta dosis vaksin yang disuntikkan ke tubuh penduduk Indonesia baik berupa dosis pertama, kedua maupun booster.
